Penulis: Lina Marlina, S.Pd.,M.Pd, Dr. Akhirudin, M.Pd  (Dosen Universitas Pamulang)

LABIQA.ID – Sejalan dengan pendapat Nurzaman (2021:2) dalam bukunya yang menyebutkan bahwa pendidikan memiliki peranan penting bagi kehidupan setiap orang terlebih di era yang penuh dengan tantangan yang demikian cepat berubah dan sangat kompleks. Oleh karena itu, pendidikan menjadi pokok penting yang hendaknya dimiliki setiap orang.

Proses belajar mengajar menjadi indikator terpenting untuk menentukan tumbuh dan berkembangnya peserta didik, oleh karena itu proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru seharusnya dilakukan dengan seefektif mungkin, dengan mendasarkan kepada atas situasi dan kondisi yang terjadi di dalam kelas dan mendorong agar sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya dapat memperhentikan lingkungan pembelajaran yang bermutu.  

Apa pentingnya Modul Ajar Berdiferensiasi?

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu teknik instruksional di mana guru menggunakan berbagai metode pengajaran dalam rangkah memenuhi kebutuhan peserta didik, kebutuhan tersebut antara lain terkait dengan pengetahuan awal, gaya belajar, serta minat dalam memahami mata pelajaran.

Adapun tujuan pembelajaran yang berdiferensiasi adalah untuk menciptakan suasana belajar dengan kesetaraan belajar bagi semua peserta didik, menjembatani kesenjangan belajar antara yang berprestasi dengan yang tidak berprestasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah proses pembelajaran yang dibuat sedemikian rupa sehingga siswa merasa tertantang untuk belajar. Materi disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang memiliki kemampuan berbeda.

Guru dalam pembelajaran yang berdiferensiasi harus memperhatikan masing-masing karakteristik peserta didik menjadi suatu hal yang cukup krusial, sebab antar peserta didik memiliki minat, bakat, kemampuan, dan gaya belajar yang berbeda. Keberagaman ini lah yang seharusnya dapat dijadikan peluang bagi setiap pendidik untuk memberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik untuk berkembang secara lebih optimal. Pada perkembangan kuriklum mrdeka, memperhatikan karakteristik peserta didik termasuk dalam bentuk pendekatan yang terdiferensiasi.

Guru sebagai tokoh utama transfer pengetahuan di dalam kelas dituntut mampu menjawab permasalahan tersebut, tugas guru memang sangatlah kompleks dimulai pada tahapan perencanaan pembelajaran sampai pada tahapan re eksi proses belajar mengajar yang telah berlangsung. Mengingat tahap perencanaan menjadi satu komponen penting tersebut, salah-satu peran yang dilakukan oleh guru umumnya adalah merancang proses belajar yang kiranya sesuai dengan peserta didik. Rancangan tersebut umumnya dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembeljaran atau yang saat ini dikenal dengan Modul Ajar. Modul ajar menjdi salah-satu modal penting bagi guru dalam mengajar, sebab di dalam modul ajar tersusun langkahlangkah yang sistematis yang seharusnya dikembangkan di dalam kelas guna mendukung capaian pengalaman belajar yang optimal bagi peserta didik.

Modul ajar dalam kurikulum merdeka dirancang dengan mengutamakan keterlibatan peserta didik ketika belajar. Merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik butuh keterampilan khusus yang mendalam tentang apa saja yang mnejadi objek penting yang harusnya diperhatikan.

Sama halnya dengan kondisi guru-guru di sekolah- sekolah baik di sekolah negeri atau swasta memilki permasalahan belajar dan belum menemukan metode atau konsep mengajar yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik data tersebut dapat dilihat dari rapor mutu pendidikan berdasarkan data informasi yang diperoleh dari Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menujukkan bahwa nilai mutu  kualitas belajar sekolah tersebut termasuk dalam kategori cukup. 

Permasalahan ini diperkirakan  disebabkan oleh  pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan belum optimal sehingga permasalahan belajar hampir dialami oleh lebih dari 65% guru mengalami masalah belajar sehingga dapat disimpulkan sementara proses pembelajaran  dalam kelas belum dilakukan dengan optimal.

Editor : Heru Mustofa

2 thoughts on “Modul Ajar Berdiferensiasi: Kunci Peningkatan Kualitas Belajar Siswa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *