Pelatihan pengembangan bahan ajar komik digital berbantuan AI menggunakan ChatGPT di SDN 01 Pagi

Penulis : Heri Kurnia (Dosen Prodi PPKn Universitas Pamulang)

Pelatihan pengembangan bahan ajar komik digital berbantuan AI menggunakan ChatGPT bagi guru sekolah dasar. Sumber: Ilustrasi AI/LABIQA.ID, 2026.

JAKARTA, LABIQA.ID — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai membuka peluang baru bagi guru sekolah dasar untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih kreatif, visual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Salah satunya melalui pengembangan komik digital berbantuan AI yang dinilai mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pengembangan bahan ajar komik digital berbantuan AI menggunakan ChatGPT bagi guru sekolah dasar di SDN 01 Pagi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin besarnya kebutuhan terhadap media pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Komik digital dipandang memiliki potensi untuk menjadi salah satu media pembelajaran yang menarik bagi siswa sekolah dasar. Namun, di sisi lain, masih terdapat guru yang menghadapi kendala dalam membuat bahan ajar visual karena keterbatasan keterampilan desain, waktu, maupun pemanfaatan teknologi digital.

Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan bahan ajar yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dapat digunakan secara praktis dalam kegiatan pembelajaran.

Sebanyak 10 guru sekolah dasar mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemberian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, hingga evaluasi.

Dalam kegiatan praktik, para guru mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan sendiri bahan ajar komik digital berbantuan AI. Pendekatan praktik langsung tersebut memungkinkan peserta tidak hanya memahami konsep pemanfaatan AI, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Rata-rata skor pretest peserta yang sebelumnya berada pada angka 58,4 meningkat menjadi 84,7 pada posttest.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap pemahaman guru mengenai pengembangan bahan ajar berbasis AI.

Selain peningkatan pemahaman, tingkat penerimaan peserta terhadap kegiatan juga tergolong sangat tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 92 persen.

Yang tidak kalah penting, seluruh peserta berhasil menghasilkan setidaknya satu produk komik digital berbasis AI. Produk tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pemanfaatan ChatGPT dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat bantu bagi guru dalam mengembangkan ide dan kreativitas untuk menghasilkan bahan ajar inovatif. Teknologi AI tidak hanya dipandang sebagai perkembangan teknologi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menjawab tantangan praktis yang dihadapi guru dalam menyiapkan media pembelajaran.

Kehadiran bahan ajar dalam bentuk komik digital juga menjadi peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Materi pembelajaran dapat dikemas dalam bentuk visual dan narasi sehingga berpotensi meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi yang dipelajari.

Meski demikian, pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap membutuhkan kompetensi guru. Teknologi tidak serta-merta menggantikan peran pendidik, tetapi menjadi instrumen yang dapat digunakan untuk memperkuat kreativitas dan produktivitas guru dalam merancang pembelajaran.

Pelatihan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi transformasi digital di bidang pendidikan. Ketika teknologi berkembang semakin cepat, kemampuan pendidik untuk memilih dan memanfaatkan teknologi secara tepat menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang relevan.

Keberhasilan seluruh peserta menghasilkan produk komik digital juga menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat dilakukan melalui pendekatan yang praktis dan terarah. Dengan pelatihan, pendampingan, dan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung, guru dapat mulai mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pengembangan bahan ajar.

Hasil kegiatan tersebut menjadi dasar bahwa pelatihan serupa perlu diperluas. Perluasan program diharapkan dapat membantu semakin banyak guru memperoleh keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya AI, untuk mendukung pengembangan bahan ajar.

Transformasi digital di tingkat pendidikan dasar pada akhirnya tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya. Guru memiliki posisi strategis dalam memastikan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi proses belajar peserta didik.

Pengalaman pelatihan di SDN 01 Pagi menunjukkan bahwa AI, khususnya ChatGPT, dapat menjadi salah satu solusi praktis untuk membantu guru menghasilkan bahan ajar yang inovatif. Dengan penguatan kompetensi dan pendampingan yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mendorong transformasi pembelajaran digital yang lebih merata di sekolah dasar.

Editor : Heru Mustofa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *